Selasa, 16 Januari 2018

PENANTIAN BERHARGA

Ku lihat rembulan mulai merona,
Memancarkan khas cahaya syahdunya,
Romansa itu terlihat lekat seperti seharusnya,
Terlamunku tanpa sadar ke alam fatamorgana
Mulai ku hiasi imajinasi bertabur mimpi.

Kunang2 menari mengikuti melodi alam semesta,
Anginpun ikut andil rupanya,
Lembut menyapa, merasuk relung jiwa,
Riuh tarian kelapa melambai mesra,
Mengisyaratkan rasa takala rindu menerpa.

Langkah kaki kecil mengalun perlahan,
Menapak pasti dalam kegelapan
Menatap tajam dalam kejauhan,
Mendengar jeli dalam kegaduhan
Merasa dekat dalam keheningan.

Mulaiku coba lebih dekat denganmu,
Mencoba mengenal sedikit banyak darimu,
Memaknai setiap arti hadirmu,
Mencurahkan tiap waktu detik dihidupku,
Untuk senantiasa melihatmu.
Bagai menatap bintang
Tanpa melihat hadirnya malam.
Seperti aku berbincang,
Tapi mulutku bungkam.
Seperti memegang pedang
Tanpa digenggam.

Ingin ku hapus luka,tanpa ku rasa lara
Ingin ku hapus noda , tanpa ku membersihkannya
Ingin ku berkata, tanpa harus bersuara,
Ingin ku bersua, tanpa harus bersama
Ingin ku berkaca, tanpa harus ada cerminya

Kala dimana aku mulai menyadari,
Memantapkan hati,
Tanpa ragu untuk memulai,
Tanpa rasa takut untuk menyudahi,
Tanpa rasa ingkar untuk menepati.

Kala itu aku terlanjur jatuh hati,
Terlanjur mengepakkan sayap2 cinta berbalut patah hati. Bagaimana tidak??? Kenapa baru belakangan ini aku coba untuk membuka hati.
Belajar untuk lebih mendekatkan diri,
Mengenal kamu lebih dalam lagi .

Terima kasih Tuhan,
Anugerah-Mu tiada berkesudahan,
Atas semua pemberian, Nikmat sehat, ujian dan kesempatan yang aku telah dapatkan
Untuk jalan yang telah kau tujukan .
Ini adalah Penantian Berharga yang semua orang impikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar